Dua Strategi yang Wajib Dilakukan Entrepreneur

Dua Strategi yang Wajib Dilakukan Entrepreneur


“The only way to win is to learn faster than anyone else.”
— Eric Ries, The Lean Startup

Kadang kalau Pakde membaca kisah sukses para pebisnis, kok rasanya enak banget ya. Punya produk yang inovatif, diminati banyak orang, berhasil meraup banyak keuntungan, dan lain sebagainya. Yang Pakde ingat cuma enaknya aja hehehe. Nyatanya tidak seperti itu.

Gara-gara Pakde ngobrol bareng Maulana, Pakde jadi kembali diingatkan bahwa entrepreneurship bukanlah suatu kesuksesan yang diraih dalam semalam. Melainkan perjalanan testing and learning yang tidak ada selesainya karena keadaan market yang selalu berubah.

 Maulana Muhammad  —  Founder Kravasia.com

Maulana Muhammad  —  Founder Kravasia.com

Maulana adalah pendiri Kravasia, situs belanja online untuk batik dan kerajinan tangan. Berdiri pada Oktober 2016 lalu, Kravasia berhasil menggandeng pengrajin batik, mengakuisisi pelanggan, dan membuahkan keuntungan. Namun, rupanya biaya operasional mengambil porsi yang cukup besar dalam menjalankan bisnis.

Untuk mencegah lebih besar pasak dari pada tiang, Kravasia memberanikan diri untuk merombak strategi bisnisnya.

Mengurangi Beban Operasional

Menurut Pakde, ini adalah keputusan yang sangat perlu namun sangat berat untuk dijalankan. Bermula dari puluhan karyawan lengkap dengan kantor dan gudang, dalam kurun waktu kurang dari setahun Kravasia memutuskan untuk mengurangi karyawan hingga tersisa 10%.

Menambah margin

Disamping mengkurasi dan menjual barang dari pengrajin, Kravasia juga mulai memproduksi pakaian sendiri untuk mendapatkan margin yang lebih baik.

Nah yang bikin Pakde bingung, kerjaan yang dulunya ditangani puluhan orang ini sekarang siapa yang mengerjakan? Kalau urusan gudang dan pendataan stok, Pakde sih nggak nanya lagi. Kebetulan barang Kravasia masuk gudang Pakde hehehe. Bagaimana dengan marketing?

Maulana merencanakan dan menjalankan marketing sendiri. Bahkan setelah memperlajari digital marketing secara mendalam, Kravasia bisa menurunkan conversion cost menjadi 7 kali lipat lebih murah. Terbukti bahwa strategi yang diambil sudah membuahkan hasil: beban operasional berhasil ditekan, lebih fokus pada marketing dan margin pun meningkat. Kalau istilah kerennya: one step back, two steps forwards.


“One step back, two steps forwards”

Rasanya senang sekali mendengar progress Kravasia selama ini. Apalagi Pakde bisa menjadi bagian dari perkembangan tersebut dan justru bisa belajar banyak dari Maulana. Tentunya proses testing & learning tidak berhenti sampai sini. All the best for Kravasia!

Oh iya, ngobrolin soal digital marketing, kalau Pakde bikin sharing sessiongratis kira-kira banyak peminatnya nggak? Message atau komen Pakde di instagram (@pakde.id) ya!

Fokus dan Tim yang Solid adalah Kunci Kesuksesan Toko Daring

Marketing Tanpa Biaya Marketing

Marketing Tanpa Biaya Marketing